SUKU BUNGA

Ditulis Januari 23, 2010 oleh lalitadewi
Kategori: Perbankan

SUKU BUNGA
 Pengertian Suku Bunga
Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya.
Bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dengan yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman)

Ada dua macam bunga yang diberikan kepada nasabahnya yaitu :
 Bunga Simpanan
Bunga yang diberikan sebagai rangsangan atau balas jasa bagi nasabah yang menyimpn uangnya dibank.
Cth : Jasa giro, Bunga Tabungan, Bunga Deposito
 Bunga Pinjaman
Bunga yang diberikan kepada para peminjam atau harga yang harus dibayar oleh nasabah peminjam kepada bank.
Cth : Bunga kredit

Faktor-faktor utama yang mempengaruhi besar kecilnya penetapan suku bunga adalah :
 Kebutuhan Dana
Jika bank kekurangan dana, sementara permohonan pinjaman meningkat, maka yang dilakukan bank agar dana tersebut terpenuhi dengan meningkatkan suku bunga simpanan.
 Persaingan
Dalam memperebutkan dana simpanan, maka disamping promosi yang paling utama pihak perbankan harus memperhatikan pesaing
 Kebijaksanaan Pemerintah
Dalam arti bunga simpanan dan bunga pinjaman kita tidak boleh melebihi bunga yang sudah ditetapkan pemerintah.

 Target Laba Yang diinginkan
Jika ingin laba besar maka bunga pinjaman ikut besar dan sebaliknya.
 Jangka Waktu
Semakin panjang jangka waktu pinjaman akan semakin tinggi bunganya.
 Kualitas Jaminan
Semakin Likuit jaminan yang diberikan, semakin rendah bunga kredit yang dibebankan dan sebaliknya
 Reputasi Perusahaan
Perusahaan yang bonafid sangat menentukan suku bunga karena perusahaan tersebut resiko kredit macetnya kecil.

8 Produk yang kompetitif
Maksudnya produk yang dibiayai laku dipasaran
9 Hubungan baik
Biasanya bank menggolongkan nasabahnya antara nasabah utama dan biasa. Ini didasarkan keaktifan serta loyalitas nasabah yg bersangkutan terhadap bank
10 Jaminan Pihak Ketiga
Dalam hal ini pihak yang memberikan jaminan kepada penerima kredit, biasanya pihak yang memberikan jaminan bonafid.

Komponen-komponen dalam menentukan bunga kredit
 Total biaya dana (cost of fund)
Merupakan total bunga yang dikeluarkan oleh bank untuk memperoleh dana simpanan baik dalam bentuk simpanan giro, tabungan, maupun deposito.
 Biaya operasi
Biaya yang dikeluarkan oleh bank dalam melaksanakan operasinya, cth : biaya gaji pegawai, biaya administrasi, biaya pemeliharaan, dan biaya lain lain
 Cadangan resiko kredit macet
Cadangan terhadap macetnya kredit yang akan diberikan, hal ini disebabkan setiap kredit yang diberikan pasti mengandung suatu resiko tidak terbayar

4. Laba yang diinginkan
Besarnya laba sangat mempengaruhi besarnya bunga kredit
 Pajak
Pajak merupakan kewajiban yang dibebankan pemerintah kepada bank yang memberikan fasilitas kredit kepada nasabahnya.
Jenis-jenis Pembebanan Suku Bunga Kredit
 Sliding Rate
Pembebanan suku bunga setiap bulan dihitung dari sisi pinjamannya sehingga jumlah bunga yang dibayar nasabah setiap bulan menurun seiring dengan turunya pokok pinjaman.
2. Flat rate
Pembebanan bunga setiap bulan tetap dari jumlah pinjamannya, demikian pula pokok pinjaman setiap bulan juga dibayar sama sehingga cicilan tiap bulan sama sampai kredit tersebut lunas
 Floating Rate
Ini membebankan bunga dikaitkan dengan bunga yang ada dipasar uang sehingga bunga yang dibayar setiap bulan sangat tergantung dari bunga pasar uang pada bulan tersebut
CONTOH SOAL
PT. Sungai Liat telah memperoleh persetujuan fasilitas kredit dari bank Marras senilai Rp. 60.000.000,- Jangka Waktu kredit 1 tahun (12 Bulan). Bunga dibebankan sebesar 24 persen setahun. Disamping itu PT Sungailiat juga dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 350.000,- kredit tersebut dapat langsung ditarik dari rekening gironya
Pertanyaan :
Hitunglah dengan menggunakan metode Flat Rate dan Sliding Rate

 Metode Flat Rate
a. Menghitung Pokok Pinjaman (PJ)
PJ = Jumlah Pinjaman
Jangka Waktu
PJ = Rp. 60.000.000,- = Rp. 5.000.000
12 Bulan
b. Menghitung bunga (BG) per bulan
BG = Bunga x Nominal Pinjaman X 1
12
BG = 24% x Rp. 60.000.000 X 1 = Rp. 1.200.000
12

Jadi Jumlah angsuran tiap bulan adalah :
Pokok Pinjaman Rp. 5.000.000
Bunga Rp. 1.200.000
Jumlah Angsuran Rp. 6.200.000

Jumlah angsuran ini setiap bulan sama sampai 12 bulan
Tabel Perhitungan Kredit dengan metode Flat rate

2. Metode Sliding Rate
Menghitung Pokok Pinjaman (PJ)
PJ = Jumlah Pinjaman
Jangka Waktu
PJ = Rp. 60.000.000,- = Rp. 5.000.000
12 Bulan
Menghitung bunga (BG) per bulan
BG = %Bunga 1 Th x (Sisa Pinjaman)
12

 Angsuran Bulan 1
-. Pokok pinjaman = Rp.5.000.000
-. Bunga = 24% x 60.000.000 = Rp.1.200.000
12
Jumlah Angsuran 1 = Rp.6.200.000
b. Angsuran Bulan 2
-. Pokok pinjaman = Rp.5.000.000
-. Bunga = 24% x 55.000.000 = Rp.1.100.000
12
Jumlah Angsuran 2 = Rp.6.100.000

c. Angsuran Bulan 3
-. Pokok pinjaman = Rp.5.000.000
-. Bunga = 24% x 50.000.000 = Rp.1.000.000
12
Jumlah Angsuran 3 = Rp.6.000.000
d. Angsuran Bulan 4
-. Pokok pinjaman = Rp.5.000.000
-. Bunga = 24% x 45.000.000 = Rp. 900.000
12
Jumlah Angsuran 4 = Rp.5.900.000

Dan seterusnya hingga angsuran bulan ke 12

Tabel Perhitungan Kredit dengan metode Sliding Rate

 Jumlah total pembayaran bunga dengan kedua metode diatas adalah sebagai berikut
- Dengan metode Flat Rate Rp. 14.400.000
-. Dengan Metode Sliding Rate Rp. 7.800.000
Selisih Rp. 6.600.000

SUMBER-SUMBER DANA BANK

Ditulis Januari 23, 2010 oleh lalitadewi
Kategori: Perbankan

Pengertian Sumber Dana Bank
• Sumber-sumber dana bank adalah usaha bank dalam memperoleh dana dalam rangka membiayai kegiatan operasinya.
• Untuk menopang kegiatan bank sebagai penjual uang (memberikan pinjaman), bank harus lebih dulu membeli uang (menghimpun dana) sehingga dari selisih bunga tersebutlah bank memperoleh keuntungan.

Jenis sumber-sumber dana bank :
• Dana yang bersumber dari bank itu sendiri : Setoran Modal dari pemegang saham, Cadangan-cadangan bank, Laba bank yang belum dibagi.
• Dana yang berasal dari masyarakat luas : Simpanan tabungan, rekening giro, deposito
• Dana yang bersumber dari lembaga lain : Kredit likuiditas dari Bank Indonesia, Pinjaman antar bank, Pinjaman dari bank-bank luar negeri, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).

Simpanan Giro
• Rekening giro menurut Undang Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindah bukuan.
• Pengertian simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada bank dalam bentuk giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan atau yang dapat dipersamakan dengan itu.

PENGERTIAN CEK (CHEQUE)
• Cek merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk menarik atau mengambil uang direkening giro. Fungsi lain dari cek adalah sebagai alat untuk melakukan pembayaran.
• Pengertian cek adalah surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalamnya atau kepada pemegang cek tersebut
Syarat hukum dan penggunaan cek sebagai alat pembayaran giral seperti yang diatur di dalam KUH Dagang pasal 178 yaitu :
• pada surat cek harus tertulis perkataan “CEK”
• surat cek harus berisi perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu .
• nama bank yang harus membayar (tertarik)
• penyambutan tanggal dan tempat cek dikeluarkan
• tanda tangan penarik.
Syarat lain :
• tersedianya dana
• ada materai yang cukup
• jika ada coretan atau perubahan harus ditandatangani oleh si pemberi cek
• jumlah uang yang tertulis diangka dengan huruf haruslah sama.
• memperlihatkan masa kedaluarsa cek yaitu 70 hari setelah dikeluarkannya cek tersebut
• tanda tangan atau stempel perusahaan harus sama dengan yang ada di specimen (contoh tandatangan)
• tidak diblokir pihak berwenang
• resi cek sudah kembali
• endorsment cek benar, jika ada
• kondisi cek sempurna
• rekening belum ditutup
• dan syarat-syarat lainnya

Jenis-jenis Cek
1. Cek Atas Nama
• Merupakan cek yang diterbitkan atas nama seseorang atau badan hukum tertentu yang tertulis jelas di dalam cek tersebut. Sebagai contoh jika didalam cek tertulis perintah bayarlah kepada : Tn. Roy Akase sejumlah Rp 3.000.000,- maka cek inilah yang disebut dengan cek atas nama.
2. Cek Atas Unjuk
• Cek yang tidak tertulis nama seseorang atau badan tertentu di dalam cek tersebut, jadi siapa saja dapat menguangkan cek atau dengan kata lain cek dapat diuangkan oleh si pembawa cek. Sebagai contoh di dalam cek tersebut tertulis bayarlah tunai, atau cash atau tidak ditulis kata-kata apa pun.

3. Cek Silang
• Cek Silang atau cross cheque merupakan cek yang dipojok kiri atas diberi dua tanda silang. Cek ini sengaja diberi silang, sehingga fungsi cek yang semula tunai berubah menjadi non tunai atau sebagai pemindahbukuan.
4. Cek Mundur
• Merupakan cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal seka­rang, misalnya hari ini tanggal 01 Mei 2008. Sebagai contoh. Tn. Roy Akase bermaksud mencairkan selembar cek dan di mana dalam cek tersebut tertulis tanggal 5 Mei 2008. jenis cek inilah yang disebut dengan cek mundur atau cek yang belum jatuh tempo, hal ini biasanya terjadi karena ada kesepakatan antara si pemberi cek dengan si penerima cek.
5. Cek Kosong
• Cek kosong atau blank cheque merupakan cek yang dananya tidak tersedia di dalam rekening giro. Sebagai contoh nasabah menarik cek senilai 60 juta rupiah yang tertulis di dalam cek tersebut, akan tetapi dana yang tersedia di rekening giro tersebut hanya ada 20 juta rupiah. Ini berarti kekurangan dana sebesar 40 juta rupiah, apabila nasabah menariknya. Jadi jelas cek tersebut kurang jumlahnya dibandingkan dengan jumlah dana yang ada.

Keterangan yang ada didalam suatu cek :
1. Ada tertulis kata-kata Cek atau Cheque
2. Ada tertulis Bank Penerbit (Bank Matras)
3. Ada nomor cek
4. Ada tanggal penulisan cek (di bawah nomor cek)
5. Ada perintah membayar ” bayarlah kepada……. atau pembawa”
6. Ada jumlah uang (nominal angka dan huruf)
7. Ada-tanda tangan dan atau cap perusahaan pemilik cek

PENGERTIAN BILYET GIRO (BG)
• Bilyet Giro Merupakan Surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut untuk memindahbukuan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank yang sama atau bank lainnya.
• Jika dipindahbukuan ke rekening di bank lain, maka harus melalui proses kliring ke bank lain.

SYARAT-SYARAT YANG BERLAKU
• Ada nama BG dan nomer serinya
• Perintah tanpa syarat utk memindahbukuan sejumlah uang atas beban rekening yg bersangkutan
• Nama dan tempat bank tertarik
• Jumlah dana yg dipindahkan dalam angka dan huruf
• Nama pihak penerima
• Ttd penarik dan stampel jika si penarik merupakan prsh
• Tangal dan tempat penarikan
• Nama bank yg menerima pemindah bukuan tersebut
• Masa berlakunya 70 hari terhitung dari tanggal penarikannya
• Bila tanggal efektif tidak dicantumkan maka tanggal penarikan berlaku sebagai tanggal efektif
• Bila tanggal penarikan tidak dicantumkan maka tanggal efektif dianggal sebagai tanggal efektif dan tanggal penarikan
• Dan persyaratan lainnya
CONTOH PERHITUNGAN JASA GIRO
Transaksi yang terjadi pada rekening giro Tn. Roy Selama bulan Juni 2001
Nama nasabah : Tn. Roy
Nomor Rekening : 26.121992.10
- Tgl. 03 setor tunai Rp 18.000.000,-
- Tgl. 08 tarik tunai Rp 6.000.000,­-
- Tgl. 13 setor tunai Rp 7.000.000,­-
- Tgl. 16 setor kliring Rp 1.000.000,­-
- Tgl. 18 tarik tunai Rp 5.000.000,­-
- Tgl. 19 setor kliring Rp 2.000.000,-
- Tgl. 24 kliring masukRp 7.000.000,­-
- Tgl. 27 setor tunai Rp 4.000.000,­-
Pertanyaan :
Saudara diminta untuk menghitung berapa bunga bersih yang diperoleh Tn. Roy selama bulan Juni jika bunga dihitung dari saldo terendah dan saldo rata-rata pada bulan yang bersangkutan dengan suku bunga yang berlaku 18% per tahun. Nasabah juga dikenakan pajak 15% atas jasa giro. Buatkan juga laporan rekening korannya secara lengkap.
LAPORAN RKENING KORAN
TN. ROY
PER 30 JUNI 2001
(Dalam Ribuan Rupiah)
Perhitungan bunga dengan menggunakan saldo terendah
Perhitungan bunga dengan menggunakan saldo rata-rata
Saldo rata-rata untuk bulan Juni adalah :
125.000.000,­-
= 15.625.000,-­
8
18 % x Rp 15.625.000,­-
bunga = Rp 234.375,-­
12 bulan
pajak 15 % x Rp 234.375,- = Rp 35.156,-

bunga bersih = Rp 199.219,­-

Simpanan tabungan
• Pengertian tabungan menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya banya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
SARANA PENARIKAN TABUNGAN
• Buku Tabungan
• Slip Penarikan
• Kuitansi
• Kartu yang terbuat dari plastik

CONTOH PERHITUNGAN BUNGA TABUNGAN
• Transaksi yang terjadi di rekening tabungan Tn. Ray selama bulan Juni 2001 :
Tgl. 01 setor tunai Rp 6.000.000,-
Tgl. 10 setor tunai Rp 4 000.000,-
Tgl. 12 tarik tunai Rp 3.000.000,­
Tgl. 16 transfer masuk Rp 2.000.000,-
Tgl. 20 tarik tunai Rp 5.000.000,­-
Tgl. 30 setor tunai Rp 1.000.000,­-

• Suku bunga 18% per tahun (Pa) untuk perhitungan saldo teren­dah dan saldo rata-rata, sedangkan untuk saldo harian diasumsikan dengan suku bunga sebagai berikut :
dari Tgl. 01 s/d 10 bunga = 18% / tahun
dari Tgl. 11 s/d 20 bunga = 15% / tahun
dari Tgl. 21 s/d 30 bunga = 20% / tahun
Pertanyaan :
Coba saudara hitung berapa bunga bersih yang diterima Tn. Ray Akase dengan menggunakan saldo terendah, saldo rata-rata dan saldo harian dan dikenakan pajak 15% atas bunga tabungan. Kemudian buatkan laporan buku tabungannya.
LAPORAN RKENING KORAN
TN. RAY
PER 30 JUNI 2001
(Dalam Ribuan Rupiah)
PERHITUNGAN BUNGA DENGAN SALDO TERENDAH
Saldo terendah bulan ini adalah Rp. 4.000.000,-
18% x Rp. 4.000.000,-
Bunga = 12 Bulan = Rp. 60.000,-
Pajak 15% x Rp. 60.000,- = Rp. 9.000,-
Bunga Bersih = Rp. 51.000,-

PERHITUNGAN DENGAN SALDO HARIAN
Tanggal 1 S/d 9 Juni
Bunga = 18% x Rp. 6.000.000,- X 9 hari = Rp. 26.630,-
365 hari
Tanggal 10 Juni
Bunga = 18% x Rp. 10.000.000,- X 1 hari = Rp. 4.932,-
365 hari
Tanggal 11 Juni
Bunga = 15% x Rp. 10.000.000,- X 1 hari = Rp. 4.110,-
365 hari
Tanggal 12 S/d 15 Juni
Bunga = 15% x Rp. 7.000.000,- X 4 hari = Rp. 11.507,-
365 hari

Tanggal 16 S/d 19 Juni
Bunga = 15% x Rp. 9.000.000,- X 4 hari = Rp. 14.795,-
365 hari
Tanggal 20 Juni
Bunga = 15% x Rp. 4.000.000,- X 1 hari = Rp. 1.644,-
365 hari
Tanggal 21 s/d 29 Juni
Bunga = 20% x Rp. 4.000.000,- X 9 hari = Rp. 19.726,-
365 hari
Tanggal 30 Juni
Bunga = 20% x Rp. 5.000.000,- X 1 hari = Rp. 2.740,-
365 hari
TOTAL BUNGA HARIAN = Rp. 86.084,-
Pajak 15% x Rp. 86.083,- = Rp. 12.913,-
Bunga Bersih = Rp. 73.171,-

SIMPANAN DEPOSITO
• Pengertian deposito menurut UU No. 10 Tahun 1998 Yaitu simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpanan dengan bank.

CONTOH PERHITUNGAN DEPOSITO
• Deposito Berjangka
Nn. Nuryan ingin menerbitkan deposito berjangka untuk jk waktu 6 bulan. Nominal yang diinginkan adalah Rp. 40.000.000,- dan pembayaran secara tunai. Bunga 18% PA (per tahun) dan bunga diambil setiap bulan tunai. Setelah jt tempo deposito dicairkan dan uangnya diambil tunai. Pertanyaan : Berapa Jumlah bunga yang Nn. Nuryan terima setiap bulan jika dikenakan pajak 15%

Bunga = 18% x Rp. 40.000.000,- X 1 = Rp. 600.000,-
12 bulan
Pajak 15% x Rp. 600.000,- = Rp. 90.000,-
Bunga bersih perbulan = Rp. 510.000,-

• Perhitungan Sertifikat Deposito
Tn. Ray ingin membeli 10 lembar sertifikat deposito nominal @ Rp. 10.000.000,- dengan bunga 7,5% PA dan pajak 15%. Jangka Waktu Sertifikat Depositoadalah 12 bulan. Pertanyaan Berapa Jumlah bunga yang diterima Tn Ray jika bunga diambil setiap bulan. Jawab : Nominal Sertifikat Deposito 10 Lbr x Rp. 10.000.000 = Rp. 100.000.000,-
Bunga = 7,5% x Rp. 100.000.000,- X 1 = Rp. 6.250.000,-
12 bulan
Pajak 15% x Rp. 6.250.000,- = Rp. 937.500,-
Bunga bersih perbulan = Rp. 5.312.500,-

• Perhitungan deposito On Call
Tn. Arbi memiliki sejumlah uang Rp. 200.000.000,- ingin menerbitkan deposito On Call mulai hari ini tanggal 2 Mei 2001. Bunga yang telah dinegosiasi adalah 3% dan diambil pada saat pencairan. Pada tanggal 18 Mei 2001 Tn Arbi mencairkan depoito On callnya. Pertanyaan Berapa jumlah bunga yang Tn. Arbi terima pada saat pencairan jika dikenakan pajak sebesar 15%
Jawab
Bunga = 3% x Rp.200.000.000,- X 16 hari= Rp. 3.200.000,-
30 hari
Pajak 15% x Rp. 3.200.000,- = Rp. 480.000,-
Bunga bersih perbulan = Rp. 2.720.000,-

PENGGUNAAN DANA BANK

Ditulis Januari 23, 2010 oleh lalitadewi
Kategori: Perbankan

ALOKASI PENGGUNAAN DANA BANK

• Pengertian Pengalokasian Dana Bank
Pengalokasian dana dapat diwujudkan dalam bentuk pinjaman atau lebih dikenal dengan kredit. Pengalokasian dana dapat pula dilakukan dengan membelikan berbagai aset yang dianggap menguntungkan bank.
Arti lain adalah menjual kembali dana yang diperoleh dari penghimpunan dana dalam bentuk simpanan. Penjualan ini agar perbankan dapat memperoleh keuntungan seoptimal mungkin.

2. Pengertian Kredit dan Pembiayaan
Menurut UU No. 10 Tahun 1998
Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
Pembiayaan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.

• Tujuan dan Fungsi Kredit
Tujuan Utama pemberian suatu kredit :
-. Mencari kuntungan, yaitu bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit tersebut. Hasil terutama tersebut adalah bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah.
-. Membantu usaha nasabah, yaitu untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana investasi maupun danauntuk modal kerja.
-. Membantu pemerintah, dikarenakan semakin banyak kredit yang diberikan adanya peningkatan pembangunan di berbagai sektor

Fungsi pemberian kredit adalah :
-. Untuk meningkatkan daya guna uang
Dimana jika uang disimpan tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna, dengan diberikannya kredit uang tersebut berguna untuk menghasilkan barang atau jasa oleh si penerima kredit.
-. Untuk meningkatkan peredaran dan lalu linta uang. Dimana uang yang beredar dapat tersalurkan dari satu wilayah ke wilayah lainnya sehingga daerah yang kekurangan uang dengan memperoleh kredit maka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang dari daerah lainnya.
-. Untuk meningkatkan daya guna barang. Kredit yang diberikan oleh bank dapat digunakan oleh si debitur untuk mengelola barang yang tidak berguna menjadi berguna atau bermanfaat.

-. Meningkatkan peredaran barang. Kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang yang beredar dari suatu wilayah ke wilayah lainnya sehingga jumlah barang yang beredar bertambah.
-. Sebagai alat stabilitas ekonomi. Kredit akan menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat, disamping itu membantu dalam mengekspor barang dari dalam negeri ke luar negri sehingga meningkatkan devisa.
-. Untuk meningkatkan kegairahan berusaha. Si penerima kredit pasti akan meningkatkan gairah dalam usahanya.
-. Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan. Jika sebuah kredit diberikan untuk membangun pabrik, maka pabrik tersebut membutuhkan tenaga kerja sehingga dapat menangulangi pengangguran.
-. Untuk meningkatkan hubungan internasional. Pemberian kredit oleh negara lain akan meningkatkan kerjasama dibidang lainnya.

• Unsur-unsur dan jenis-jenis kredit
Unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian kredit:
-. Kepercayaan
yaitu suatu keyakinan pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan (berupa uang, barang atau jasa) akan benar-benar diterima kembali di masa tertentu di masa datang
-. Kesepakatan
adanya kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit, kesepakatanini dituangkan dalam perjanjian di mana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing-masing
-. Jangka waktu
Setiap kredit yang diberikan memiliki jangka waktu mencakup masa pengembalian kredit yg disepakati. Jangka waktu tersebut bisa jangka pendek, menengah, atau jangka panjang.

-. Risiko
Adanya tenggang waktu pengembalian kredit akan menyebabkan suatu resiko tidak tertagih/ macet pemberian kredit. Resiko ini merupakan tanggungan bank baik disengaja maupun tidak sengaja misal terjadi bencana alam atau bangkrutnya uaha nasabah.
-. Balas Jasa
Merupakan keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga.

Jenis-jenis kredit
Secara umum jenis-jenis kredit dapat dilihat dari berbagai segi antara lain :
1. Dilihat dari segi kegunaan
a. Kredit Investasi
Biasanya untuk keperluan perluasan usaha atau membangun proyek/ pabrik baru atau untuk keperluan rehabilitasi.
b. Kredit modal kerja
Digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi dalam operasionalnya

2. Dilihat dari segi tujuan kredit
a. Kredit Produktif
kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau produksi atau investasi
b. Kredit Konsumtif
kredit yang digunakan untuk dikonsumsi secara pribadi.
c. Kredit perdagangan
Kredit yang digunakan untuk perdagangan, biasanya untuk membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagangan tersebut.
3. Dilihat dari segi jangka waktu
a. Kredit jangka pendek
kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 th atau paling lama 1 th, biasanya untuk keperluan modal kerja.
b. Kredit jangka Menengah
Kreditr yang berkisar antara 1 tahun sampai 3 tahun.

c. Kredit jangka panjang
Kredit yang waktu pengembaliannya diatas 3 tahun atau 5 tahun.
4. Dilihat dari segi jaminan
a. Kredit dengan jaminan
Jaminan tersebut dapat berbentuk barang berwujud atau tidak berwujud atau jaminan orang
b. Kredit tanpa jaminan
Kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu.
5. Dilihat dari segi sektor usaha
a. Kredit pertanian e. Kredit Pendidikan
b. Kredit peternakan f. Kredit Profesi
c. Kredit Industri g. Kredit Perumahan
d. Kredit Pertambangan h. dan sektor-sektor lain

5. Jaminan dan prinsip-prinsip pemberian kredit
Jaminan Kredit
• Dengan jaminan
Jaminan benda berwujud :
-. Tanah -. Barang dagangan
-. Bangunan -. Tanama/kebun/sawah
-. Kendaraan bermotor -. Dan lainnya
-. Mesin-mesin/ peralatan
Jaminan benda tidak berwujud
-. Sertifikat saham -. Rek tabungan yg dibekukan
-. Sertifikat Obligasi -. Rek Giro yang dibekukan
-. Sertifikat tanah -. promes
-. Sertifikat deposito-. Wesel, dan surat tagihan lainnya
• Tanpa jaminan (bahwa kredit tersebut tanpa jaminan)

Prinsip-prinsip pemberian kredit
Biasanya yang dilakukan bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar menguntungkan dilakukan analisis 5 C dan 7 P. 5 C kredit adalah Sbb :
1. Character
Sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit benar-benar dapat dipercaya.
2. Capacity
Dilihat kemampuannya dalam mengembalikan kredit yang disalurkan.
3. Capital
Dilihat dari penggunaan modal apakah efektif, dilihat laporan keuangan (neraca dan laporan rugi laba)
4. Colleteral
Jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun non fisik.
5. Condition
Dilihat kondisi eonomi, politik sekarang maupun akan datang berkaitan dengan usaha calon nasabah tersebut.

Analisis 7 P adalah sebagai berikut :
• Personality
Yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari hari maupun masa lalunya.
2. Party
yaitu mengkalisifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya.
3. Perpose
Yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah.
4. Prospect
yaitu untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan datang menguntungkan atau tidak, mempunyai prospek atau sebaliknya.

5. Payment
Yaitu dari sumber mana aja dana untuk pengembalian kredit
6. Profitability
Menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba.
7. Protection
Bagaimana menjaga agar usaha dan jaminan mendapatkan perlindungan.

6. ASPEK-ASPEK DALAM PENILAIAN KREDIT
• Aspek Yuridis/ Hukum
Melihat legalitas badan usaha seperti :
-. Surat izin Usaha Industri (SIUI)
-. Surat Izin usaha Perdagangan (SIUP)
-. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
-. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
-. Keabsahan surat-surat yang dijaminkan (Sertifikat tanah)
-. Serta hal-hal lain yang dianggap penting
• Aspek pemasaran
-. Pemasaran produk minimal 3 bulan yang lalu atau 3 tahun yang lalu
-. Rencana penjualan dan produksi min 3 bulan atau 3 tahun yang akan datang
-. Peta kekuatan pesaing yang ada
-. Prospek produk secara keseluruhan

• Aspek keuangan
-. Rasio-rasio keuangan
-. Payback period
-. Net Present Value (NPV)
-. Profitability Indek (PI)
-. Internal Rate of Return (IRR)
-. Dan Break Even Point (BEP)
• Aspek Teknis/ Operasi
membahas masalah yang berkaitan dengan produksi seperti kapasitas mesin yg digunakan, lokasi, lay out ruangan dan mesin-mesin termasuk jenis mesin yang digunakan.
• Aspek manajemen
Melihat SDM dan latar belakang pengalaman SDMnya.

• Aspek Sosial Ekonomi
Meningkatkan ekspor barang, mengurangi penganguran, meningkatkan pendapatan Msyrkt, tersedianya sarana dan prasarana, membuka isolasi daerah tertentu
7. Aspek Amdal
Menyangkut analisis terhadap lingkungan baik daarat, air, atau udara jika proyek atau usaha tersebuut dijalankan.
7. Prosedur dalam pemberian kredit
Secara umum prosedur pemberian kredit oleh badan hukum sebagai berikut :
1. Pengajuan Berkas-berkas
2. penyelidikan berkas pinjaman
3. Wawancara 1
4. On The Spot
5. Wawancara 2
6. Keputusan Kredit
7. Penandatangan akad kredit/ perjanjian lainnya
8. Realisasi kredit
9. Penyaluran/ Penarikan dana
8. TEKNIK PENYELESAIAN KREDIT MACET
Penyelamatan kredit macet dilakukan dengan cara sebagai berikut :
• Rescheduling
a. Memperpanjang jangka waktu kredit
b. Memperpanjang jangka waktu angsuran
2. Reconditioning
a. Kapitalisai bunga yaitu bunga dijadikan utang pokok
b. Penundaan pembayaran bungan sampai waktu tertentu.
c. penurunan suku bunga
d. Pembebasan bunga
3. Restructuring
a. dengan menambah jumlah kredit
b. dengan menambah equity (dengan menyetor uang tunai, tambahan dari pemilik)

4. Kombinasi
Merupakan Kombinasi dari ketiga jenis diatas
5. Penyitaan jaminan
Merupakan jalan terakhir apabila nasabah sudah benar-benar tidak mampu lagi membayar semua utang-utangnya.

Penilaian tingkat kesehatan dan Pembinaan

Ditulis Januari 23, 2010 oleh lalitadewi
Kategori: Perbankan

Penilaian Kesehatan Bank
• Penilaian kondisi suatu bank biasanya menggunakan CAMELS
• Aspek Permodalan
yang dinilai adalah yang didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank.
• Aspek kualitas Aset
yaitu untuk menilai jenis-jenis aset yang dimiliki oleh bank.
• Aspek kualitas Manajemen
Dalam mengelola bank sehari-hari juga dinilai kualitas manajemennya
• Aspek Likuiditas
yang dinilai adalah bank-bank tersebut dapat membayar hutang-hutangnya.
• Aspek Rentabilitas
Merupakan ukuran kemampuan bank dalam meningkatkan labanya.
• Aspek Sensitivitas
Dalam melepas kredit ada dua unsur yang harus diperhatikan yaitu tingkat perolehan laba yang harus dicapai dan resiko yang harus dihadapi. Pertimbangan resiko berkaitan erat dengan sensitivitas.

Penggabungan Usaha Bank
1.Merger
penggabungan dari dua bank atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu dari bank dan membubarkan bank-bank lainnya tanpa melikuidasi terlebih dahulu.
2.Konsolidasi
penggabungan dari dua bank atau lebih dengan cara mendirikan bank baru dan membubarkan bank-bank tersebut tanpa melikuidasi terlebih dahulu.
3. Akuisisi
merupakan pengambilalihan kepemilikan suatu bank yang berakibat beralihnya pengendalian terhadap bank.

Beberapa Alasan mengapa bank melakukan merger, konsolidasi, dan akuisisi :
1. Masalah Kesehatan bank
2. Modal yang dimiliki relatif kecil
3. Manajemen yang kurang profesional
4. Administrasi yang kurang teratur
5. Ingin menguasai Pasar

Pembinaan dan Pengawasan Bank
Kegiatan perbankan yang dilakukan sehari-hari baik bank umum maupun BPR tidak terlepas dari kesalahan. Kesalahan ini dapat dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Sehingga agar dunia perbankan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan maka perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan terhadap segala aktivitas yang dilakukan oleh dunia perbankan.

Kegiatan-kegiatan bank

Ditulis Januari 3, 2010 oleh lalitadewi
Kategori: Perbankan

KEGIATAN KEGIATAN BANK
-. Kegiatan bank Umum
Menghimpun dana dari masyarakat (Funding), Menyalurkan dana dari masyarakat (Lending), Memberikan jasa-jasa bank lainnya (service)

-. Kegiatan BPR
Menghimpun dana, menyalurkan dana.

-Kegiatan Bank Campuran dan Bank Asing
Pada Umumnya tugasnya sama dengan bank umum lainnya, namun mereka lebih dikhususkan dalam bidang-bidang tertentu.

Jenis-Jenis Bank

Ditulis Januari 3, 2010 oleh lalitadewi
Kategori: Perbankan

Jenis-jenis Bank beserta kegiatannya
• Dilihat dari segi fungsinya
Menurut UU Pokok Perbankan No. 14 Tahun 1967 jenis perbankan menurut fungsinya terdiri dari :
-. Bank Umum -. Bank Desa
-. Bank Pembangunan-. Lumbung Desa
-. Bank Tabungan -. Bank Pegawai
-. Bank Pasar -. DLL

Namun setelah keluar UU Pokok Perbankan No. 7 Th 1992 dan ditegaskan lagi dengan keluarnya UU RI No. 10 Th 1998 maka jenis perbankan terdiri dari :
-.Bank Umum
-. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Dimana bank Pembangunan dan Bank Tabungan berubah fungsinya menjadi bank umum, sedangkan bank desa, bank pasar, Lumbung desa dan bank pegawai menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Pengertian Bank Umum dan BPR sesuai dengan UU No. 10 Tahun 1998
• Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yg dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yg ada. Begitu pula dengan wilayah operasinya dapat dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Bank umum sering disebut Bank komersil.

• Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah
bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Artinya disini kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank Umum.

b. Dilihat dari segi kepemilikannya
-. Bank Milik Pemerintah
dimana baik akte pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah sehingga seluruh keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah.
-. Bank Milik Swasta Nasional
Seluruh atau sebagian besar bank jenis ini dimiliki oleh swasta nasional serta akte pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu juga keuntungannya.
-. Bank Milik Koperasi
Kepemilikan saham-saham bank ini dimiliki oleh perusahaan yang berbada hukum koperasi.
-. Bank Milik Asing
Bank Jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negri, baik swasta asing atau pemerintah asing.
-. Bank Milik Campuran
Kepemilikan saham bank campuran dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional.

c. Dilihat dari segi Status
-. Bank Devisa
Bank yg bisa melakukan transaksi keluar negri atau berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan.
-. Bank Non Devisa
Bank yg belum memiliki ijin untuk melakukan transaksi sebagai bank devisa.

d. Dilihat dari segi cara menentukan Harga
-. Bank yg berdasarkan prinsip konvensional
-. Bank Berdasarkan prinsip Syariah

Sejarah Perbankan

Ditulis Januari 3, 2010 oleh lalitadewi
Kategori: Perbankan

• Perkembangan Perbankan
Menurut UU RI No. 10 Th 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Sejarah Perbankan
Usaha perbankan baru dimulai dari zaman Babylonia kemudian dilanjutkan ke zaman Yunani kuno dan Romawi. Namun Pada saat itu tugas utama bank hanyalah sebagai tempat tukar menukar uang. Sejalan waktu yang semula hanya di daratan Eropa akhirnya menyebar ke Asia Barat. Bank yg terkenal saat itu adalah Bank Venesia tahun 1171, menyusul Bank Of Genoa dan Bank of Barcelona tahun 1320

Sejarah Perbankan di Indonesia
Di Indonesia tidak terlepas dari Zaman Penjajahan Hindia Belanda. Setelah itu terdapat pula bank-bank milik pribumi, China, Jepang, dan Eropa lainnya. Kemudian di zaman kemerdekaan perbankan Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi, beberapa bank Belanda dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.